Entri Populer

Monday, 22 February 2016

AKU, KAU,KUA (1)

 Tentang AKU,KAU dan KUA (1)

   Di antara tanda-tanda (kebesaran dan kekuasaan) Allah adalah Dia menciptakan dari jenismu pasangan-pasangan agar kamu (masing-masing) memperoleh ketenteraman dari (pasangan-pasangan)-nya, dan dijadikannya di antara kamu mawaddah dan rahmah. Sesungguhnya yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kamu yang berpikir. (QS Ar-Rum (30): 21)

"Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah" (HR. Tirmidzi)

  Menikah, sudah banyak Ayat Alquran dan Hadist yang menjelaskan tentang menikah, dan alhamdulillah di tahun 2016, bisa mengikuti salah satu Sunnah Nabi Muhammad SAW. Jodoh memang rahasia Allah SWT. Dekat sama siapa, menikahnya sama siapa, kalau sudah jodoh akan menemukan jalannya sendiri. Putus bulan November 2014, kenalan dengan orang baru Desember 2014, tapi baru ketemu Februari 2015 dan menikah tahun 2016.
   Sekarang saya mau menceritakan proses menuju pernikahan ku. Mungkin setiap pasangan punya cerita masing-masing. Menikah itu gampang, cuma perlu mempelai laki-laki,mempelai perempuan, wali, saksi, ijab qabul. Juga sudah diatur dalam UU no 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Yang bikin pusing, karena ini menyangkut 2 keluarga besar, 2 budaya yang mungkin saja beda, namun semua bisa terlaksana dengan lancar.
Prewed DI Candi Mendut

Sunday, 21 February 2016

Perjalanan ke UI-UGM hari keempat (part VI) (Tamat)

   Sampai di stasiun lempuyangan, jam 5.30, hari minggu. Senin baru ujian di UGM, jadi hari ini kita jalan-jalan. Setelah sibuk mengurus ini dan itu di UI, saatnya santai sejenak. Rencananya barang-barangnya di titipin di kos temennya mega,baru kita jalan.
   Pertama kita nyari halte trans jogja, waktu tanya orang sih deket, deketnya stadion. Akhirnya jalan, di deketnya stasiun ada tempat, tapi cuma untuk nurunin penumpang. Akhirnya jalan terus,ketemu stadion, jalan terus akhirnya dari jauh kelihatan. Iya deket kalau naik motor, kalau jalan cukup deket tapi bisa untuk mengeluarkan keringat. Sampai halte trans jogja, terus nunggu bisnya datang.
Lempuyangan,Jogja
Jogja,Kami datang

Tuesday, 2 February 2016

Perjalanan ke UI-UGM hari ketiga (part V)

  Setelah dari monas, muter-muter lagi naik bis. Jalan lagi ke pintu gerbang yang ada halte bis wisata. Nunggu kurang lebih 15 menit, pinginnya sih naik bis yang beda, ternyata naik bis yang sama tadi. Tapi sekarang kita rencana muter-muter, yang inget muter bunderan HI,terus muter,entah jalan apa, terus berhenti di stasiun juanda.
   Berhenti di halte Masjid Istiqlal, terus jalan ke Stasiun Juanda, ternyata di Stasiun Juanda, ada museumnya juga. Isinya tentang poster sejarah stasiun krl di jakarta, dari awal sampai renovasi terakhir. Setelah lihat-lihat, langsung pesen tiket buat ke Tebet, ke mbk fika,ngambil barang terus ke stasiun pasar senen. Kereta yang ke jogja berangkat jam 21.00. Setelah sampai di rumahnya mbk fika,beres-beres, habis maghrib berangkat lagi.
   Beli tiket commuter line tujuan pasar senen, tapi nanti kita turun di manggarai,oper ke jatinegara, langsung ke pasar senen. Waktu naik kereta ke manggari, masih banyak tempat duduk, baru waktu oper ke jatinegara,selalu penuh,soalnya kereta yang ke bekasi selalu penuh penumpang,apa lagi di jam sibuk. Tapi bisa naik juga,cuma bentar, gak sampai 5 menit sudah di jatinegara.

Saturday, 16 January 2016

Awas Calo (II)

   Subuh istirahat lagi di rumah makan, tapi kita gak turun. Mungkin sudah di daerah jawa tengah, di daerah hutan-hutan. Di sekitar sini, baru ada orang yang turun. Tapi 12 orang calo masih belum ada yang turun. Di depan ku, 2 orang turun madiun, disebelah ku 4 orang turun mojokerto, depannya turun cepu satu orang, ibi-ibu, surabaya 1 orang, dia mau ke bali, 2 orang turun malang. 
   Perjalanan pun lanjut lagi, enath kita diturunin dimana, tapi sepertinya diturunin di solo terus di oper lagi, ya semoga gak bayar lagi. Buka mata, sudah mulai di daerah yang berpenduduk, perut lapar gak ada makanan, cuma ada kue rasa soto, rasa kare, rasa nasi goreng hahaha. Ada asongan naik beli tahu. Bis nya mulai masuk terminal, tapi cuma lewat saja, lupa terminal apa saja. Yang inget sampai di terminal Mangkang, soalnya ada bule yang turun di sini.
   Setelah itu ada pengecekan karcis, yang turun jawa timur di beri tanda di karcisnya, sesuai dengan tujuannya. Bapaknya yang ngecek karcis bilang, nanti yang ada tandanya, turun terus oper bis, gak usah bayar lagi, dia yang bayarin bis nya. Alhamdulillah, ada kepastian, gak perlu bingung lagi. Lalu di halte bis, penumpang yang tujuannya Jawa Timur turun, sama bapaknya. Bapaknya sudah tua, mungkin sekitar 60 tahunan. 
Nunggu bis di solo

Awas Calo (I)

   Teringat ketika aku masih SD, waktu itu mau ke rumah Pak de di cirebon. Kalau rombongan paling enak dan paling murah ya dengan naik kereta api. Saat iku aku gak tau gimana caranya, pokoknya sudah ada tiket terus tinggal berangkat dari strasiun ngebruk. Yang berangkat Ibu, sama 3 saudaranya ibu, sama aku. Pertama kalinya naik kereta api, seinget ku sudah ada di kereta, sudah penuh,duduk-duduk di tengah jalan.
   Pedagang asongan, penjual minuman juga hilir mudik, apa lagi di setiap stasiun berhenti, maka rombongan penjual akan berdatangan. Yang menghebohkan saat malam menjelang, yang bisa duduk di kursi bisa tidur sambil duduk, yang gak dapat tempat duduk, tidur di bawah kursi apa di tengah jalan, gak menghiraukan orang yang lewat.
   Dan di tahun 2010, saat ada Kejurnas Merpati Putih di TMII Jakarta, kita berangkatnya nail kereta juga. Dan ceritanya masih tetap sama. Yang berangkat dari Malang, masih bisa dapat tempat duduk, mulai dari Blitar dan seterusnya mulai berdesak-desakan. Baru di sekitar tahun 2012 berlaku sistem boarding di PT KAI yakni nama penumpang dan identitasnya harus sesuai dengan tiket, dan yang boleh masuk stasiun hanya penumpang yang mempunyai tiket dan berangkat pada hari itu (ini beritanya). Juga KA Ekonomi juga sudah ada AC nya juga, stasiun gak semrawut lagi dan di dalam kereta. Juga bisa mesan tiket 3 bulan sebelum keberangkatan.
 

Saturday, 12 December 2015

Perjalanan Ke UI dan UGM Hari Ketiga (Part IV)


   Bangun-bangun sudah sepi, gelap, cuma ada om ku yang tidur di samping ku. Ternyata sudah pagi, sekitar jam 4 pagi. Sepertinya setelah makan langsung ketiduran. Dulu waktu pertama kali kesini waktu SMA, sudah banyak yang berubah. Apalagi disekitar rumah Om ku ini. Dulu masih pekarangan di depan dan kiri, sekarangg sudah diratakan mau dibangun Ruko,eh kalau di malang pasti ada lahan dikit dijadikan ruko hehe. Kalau ditempat Om ku ini rencananya mau dibikin perumahan. Pohon-pohonnya di tebang semua, jadi agak panas, beda dengan dulu. Apalagi waktu proses pembangunan, banyak truk hilir mudik tiap hari, bikin jalan jadi rusak.
   Oh iya, semalam masih ada Mega, sekarang kok udah gak ada, apa dia menghilang, atau mimpi, ya ternyata dia tidur di kamar. Habis mandi, sarapan, ngobrol-ngobrol sama tante, sudah lama gak ke Malang waktu Idul Fitri. Terakhir tahun 2014, itu pun cuma Om sama ponakan, tante udah lama gak malang. Sekitar jam 8 siap-siap sambil nunggu om nganter anaknya kuliah. Nanti kita diantar naik motor, gak bonceng tiga lagi, sama dek Nurul. Anaknya om ada 4, Nurul, Annisa, Ulfa, Rahmat. Makanya waktu nyampai sini ditanyai udah ketemu berapa orang hehehe.
   Oke, setelah semua urusan selesai, saatnya untuk refreshing. Saatnya jalan-jalan, tapi mampir dulu ke Tebet, nitip barang-barang. Jam 9 om Yudi sudah sampai, dan diantar naik motor ke stasiun UI. Kalau naik motor, gak terlalu lama, sekitar 45 menit, tapi lewat gang-gang rumah. Habis pamitan, langsung beli tiket tujuan Tebet. Habis dari stasiun tebet masih naik Bajaj lagi, kalau gak salah menteng dalam.
Monas

Monday, 16 November 2015

Perjalanan Ke UI dan UGM - Hari Kedua (Part III)

     Selama perjalanan ditemani film dan musik yang tersaji di layar tv, kalau bangun nontin, tidur, bangun lagu gak tau sampai mana cerita filmnya. Akhirnya sampai juga di Stasiun Jatinegara jam 04.03 WIB, Kantor LPDP sebenarnya lebih dekat kalau turun di Stasiun Pasar Senen, tapi rencananya naruh barang-barang di saudara. UI lebih deket sama saudara ku di Depok, tapi dihubungi gak bisa yang ternyata salah nomor, keselip satu nomor.
   Setelah turun dari kereta, cari tempat duduk, ternyata banyak yang nunggu di Stasiun, entah nunggu jemputan,nunggu pagi. Mereka yang sampai duluan, pasti lebih lama  nunggu disini. Sambil nunggu, ngisi perut dulu biar enak. Akhirnya beli di Indomaret, mie sama kopi, yang anget-anget. Sambil makan sambil rundingan, akhirnya langsung ke LPDP dulu baru ke UI, biar capeknya sekalian. Akhirnya naik KRL ke Stasiun Pasar Senen, beli tiket dulu terus nunggu KRL. Dulu pernah naik KRL waktu ada pertandingan di Bogor, jadi sedikit banyak hafal rutenya.
    Juga di cek lewat google maps, gak terlalu jauh dengan Stasiun Pasar Senen. Keretanya berangkat dari Jatinegara, jadi banyak tempat duduk yang masih kosong. Tujuan Pertama kantor LPDP, sekitar 4 stasiun dari Jatinegara. Sampai di Stasiun Pasar Senen, cari makan dulu, biar ada tenaga untuk muter-muter. Disepanjang pintu keluar gak ada yag jualan nasi, tapi diseberang, baliknya parkiran mobil ada tulisan berbagai macam makanan. Sepertinya yang jualan ada di situ semua. Gak jauh, cuma di belakangnya parkiran  mobil. Nyari warung, yang cocok cuma rawon aja, yah cukup lah untuk mengisi tenaga buat muter-muter mengurus kuliah.