Entri Populer

Labels

Showing posts with label Kejuaraan Nasional. Show all posts
Showing posts with label Kejuaraan Nasional. Show all posts

Thursday, 8 January 2015

Perjalanan Naik KRL

   Akhirnya selesai juga kejurnas IPB open 2014, begitu banyak cerita yang terjadi di sini. Dan cerita itu harus berakhir dan meninggalkan kenangan yang banyak. Minggu pagi, setelah bangun pagi dengan malasnya, mandi, sarapan, packing. Jam 13.00 benar benar meninggalkan kontrakan, kita nyewa angkot untuk ke stasiun bogor, cukup banyak angkot buat di carter. Tidak butuh waktu lama, setelah dapat angkot kita langsung bergerak ke stasiun. Begitu jalan, kluar dari IPB, kita langsung disambut sama macet, untung sopirnya kreatif, begitu macet langsung balik arah, nyari jalan tikus.
   Setelah melewati jalan kecil yang aku gak tau itu dimana, kurang lebih 30 menit akhirnya sampai juga, belum sampai di stasiun, sampai di terminal. Angkotnya gak berani masuk ke dalam kota makanya di oper. Yang lucu, begitu kluar angkot, ayu langsung muntah, sepertinya dia mabuk heheheh. Naik angkot kedua, sudah lewat di jalan besar, cuma 10 kenit menit sudah sampai di stasiun bogor.
Fotoku hilang :(

Friday, 19 December 2014

Kejurnas IPB Open 2014

   Kejurnas IPB Open 2014


Akhirnya sampai juga di basecamp MPUB setelah 24 jam terombang-ambing di di bis. Begitu sampai di kontrakan, tanya perkembangan terkahir bagaimana. Yang masih lanjut toif, ayu, resha, masuk semi final semua, juga atlet powernya baru besok pagi tandingnya. Setelah ngobrol sebentar, mandi, tidur. Selamat malam bogor, selamat malam kos miun pinang ranti.
   Pagii bogor, semangat pagi, saatnya bangun, latihan bentar langsung turun ke gelanggang. Setelah bangun semua, jam 5.40 pagi TC ringan di deketnya kontrakan. Ada halaman agak luas cocok untuk latihan. Setelah cukup panas, mandi trus berangkat ke gelanggang.
Kejurnas IPB
Team MPUB sudah lengkap di IPB

Tuesday, 21 February 2012

Lanjutan Kejurnas 4


Matahari kembali terbit dari ufuk timur menghangatkan suasana di pagi hari. Sama seperti hari-hari biasanya, tapi terjadi hal yang luar biasa. Karena akhirnya kita sampai di final juga, setelah latihan begitu lama, menempuh perjalanan yang panjang, pertandingan yang melelahkan, menguras emosi, mental, fisik, akhirnya ada yang sampai final juga. Ya ini final, kalau tidak sekarang kapan lagi bung…..
Yang pertama tanding di final Agung, Mas Adin, baru setelah itu Wawan AE. Yang unik di partai final ini, pertandingan akan di siarkan ke giant screen. Sebelumnya akan ada MC yang akan memanggil kedua peserta dengan memanggil julukannya masing-masing, mirip pertandingan tinju. Sebelum partai final ada pertandingan kategori getaran terlebih dahulu baru partai final.
Tanda-tanda kemenangan sudah terlihat dari awal. Lawannya sejak pagi sibuk nurunin berat badan, waktu tanding pasti energinya dah terkuras banyak. Selain itu Agung belum di panggil tapi sudah ada di sudut pertandingan, beserta official. Tiba-tiba ada official dari tim laen, eh ternyata Agung belum main hahaha, sudah g sabar sepertinya. Saat dah mau tanding dan kedua pesilat jabat tangan, setelah di cek kukunya Agung panjang, harus di potong dulu. Memotong kuku di saat pertandingan sudah di mulai bisa merusak konsentrasi.
Tapi semua bisa terlewati, final kelas E putra pun di mulai. Sudah kelihatan di detik-detik pertama, lawannya Agung g banyak bergerak, entah menghemat tenaga apa tenaganya dah habis duluan. Instruksi mas Yonk agar Agung sering-sering melakukan jatuhan atau gamparan, karena lututnya pasti capek buat nurunin berat badan. Percobaan gamparan bawah yang pertama masih bisa di hindari. Saat mulai mendekat tiba-tiba Agung menggunakan guntingan dan berhasil menjatukan lawannya. Sontak para suporter berteriak-teriak, meramaikan suasana gelanggang. Di pertengahan babak pertama, ketika terjadi jual beli serangan, tendangan lawannya Agung bisa di tangkap dan berhasil di jatuhkan i. Langsung suporter berteriak-teriak lagi “ tak kenal lelah dukung mas Agung, juara 1 kelas E balik, hohooooo hohoooooo kita di sini AREMA!!!”
Babak kedua di mulai. Sepertinya instruksinya tetap sama. Waktu lawannya melakukan serangan, Agung cukup menghindar setengah langkah, menyapu kaki depan sambil mendorong badan lawan sampai jatuh. Poin 3 lagi untuk Agung. Menjelang babak kedua berakhir, ketika lawannya Agung menendang cukup di hindari terus badan lawannya di dorong, sehingga lawannya terjatuh lagi. Langsung saja suporter bersorak-sorak dan berteriak agar pertandingan dihentikkan karena kelihatan tidak seimbang. Babak ketiga di mulai. Melihat poin yang sudah di dapat di babak 1 dan 2, di babak ketiga Agung lebih main aman. Menunggu sambil muter gelanggang, meskipun begitu Agung malah dapat jatuhan, bukan hanya 1, 2 malahan. Bahkan wasit pun meminta pendapat juri apakah pertandingan di lanjutkan atau di hentikan saja. Tapi ternyata pertandingan tetap di lanjutkan. Serangan-serangan di babak terakhir tidak banyak, bahkan lawannya Agung tidak berusaha mengejar poin yang tertinggal. Babak ketiga berakhir, dan keputusan pemenang Agung yang jadi juara 1, Alhamdulilah.
Yang spesial di partai final di mulai dari pertandingan mas Adin. Pesilat berada di pintu barat dan timur menunggu di panggil oleh announcer. Sambil di iringi musik, di layar giant screen muncul foto kedua pesilat, mulai dari asal cabang, tinggi, berat badan serta julukan masing-masing. Lawannya mas Adin berasal dari cabang kabupaten tangerang berada di sudut merah. Waktu di depan pintu masuk, setiap atlet selain di dampingi official juga di kawal keamanan dari panitia. Sambil di sebutkan tentang berat badan dan tinggi badan, lawannya mas Adin mendapat julukan “Pukulan maut dari barat”. Setelah itu berjalan menuju gelanggang.
Mas Adin berada di sudut biru, berangkat dari pintu sebelah timur. Sama seperti lawannya, tapi julukannya mas Adin “Tendangan Kilat dari Timur Jawa” kok bukan avatar saja y hahahaaha. Setelah kedua pesilat berada di gelanggang, pertandingan pun di mulai. Pertandingan juga dapat dilihat di layar. Pada babak pertama mas Adin langsung mengeluarkan tendangan-tendangan sampingnya yang maut. Berkali-kali tendangan sampingnya mas Adin masuk, lawannya cuma diem saja, tidak sempat bergerak. Pukulan maut tidak ada yang keluar, tapi tendangan kilat yang berulang kali mengenai lawan.
Babak kedua di mulai, sepertinya gaya petarungan mas Adin di babak kedua berubah. Tidak mengeluarkan tendangan kilatnya, tetapi mas Adin juga menggunakan pukulan di kombinasi tendangan kilat, mungkin mas Adin mau mengeluarkan pukulan kilat juga hehehe. Justru dengan kombinasi pukulan dan tendangan, semakin mendesak pukulan maut. Akhirnya menjelang babak kedua berakhir mas Adin berhasil menjatuhkan pukulan maut. Seketika itu juga suporter langsung berteriak-teriak. Pak Tik pun ikut memberi semangat hahaha.
Di babak ketiga, pukulan maut berusaha mengejar poin yang tertinggal. Sesaat berhasil mendesak tendangan kilat, terjadi pertarungan adu samping yang cepat. Kalau melihat langsung pasti bakalan menonton pertarungan yang seru. Akhirny mas Adin berhasil menguasai keadaan lagi, mengeluarkan tendangan kilatnya lagi dan babak ketiga pun berakhir. Waktu pengumuman pemenang bukan ketua pertandingan yang menyebutkan sudut mana yang menang, tapi announcernya. Tapi itu tidak masalah, karena yang jadi pemenangnya adalah mas Adin tendangan kilat dari timur jawa.
Setelah mas Adin, Wawan yang bertanding. Karena cabang malang lupa tidak membawa bendera, Wawan juga sepertinya tidak membawa bendera dari cabang madiun, akhir e bendera kolat UB yang di iket di punggung e Wawan, sama seperti petinju-petinju yang membawa bendera dari negaranya sendiri. Wawan berada di sudut biru, sebelum di mulai pertandingan, foto-foto terlebih dulu hahaha. Akhirnya pertandingan di mulai, lawan e dari cabang Bali, orang e tinggi, bahkan lebih tinggi dari Wawan. Aq lupa apa julukan e lawan e Wawan ini. Giliran Wawan yang di panggil, kalau Wawan julukan e “Pendekar dari kaki Gunung Lawu”.
Babak pertama di mulai. Detik-detik pertama masih meraba-raba kekauata lawan, juga melihat jangkaun lawan e Wawan harus hati-hati, jangan sampai masuk jarak tembak lawan. Di satu kesempatan lawan e Wawan bergerak maju, langsung di sirkel bawah sama Wawan, beruntung dia g kena. Meskipun jarak jangkauan serangan lawan e Wawan panjang, tapi tendangan e terlalu pelan, kesempatan buat serangan balik. Ketika sudah berhadapan, lawan e Wawan nendang depan, Wawan langsung geser dikit ke kanan, sebelum kaki lawan e di turunkan, Wawan langsung melakukan serangan beruntun, 4-5 kali. Menjelang babak kedua berakhir, Wawan berusaha gamparan bawah, tidak berhasil, tapi malah Wawan di anggap jatuh, yang namanya gamparan bawah pasti harus menjatuhkan badan. Tapi keputusan wasit tetap mengesahkan jatuhan, tapi ketua pertandingan menghentikan pertandingan dan meminta pendapat para juri.
Setelah mendengar keputusan juri, keputusan tidak berubah. Wawan di anggap kena jatuhan, lawannya mendapat poin 3. Suporter tak peduli, tetap mendukung Wawan supaya Juara 1. Babak kedua di mulai . di detik-detik awal babak kedua Wawan langsung berinisiatif melakukan serangan. Pukulan mengarah ke lawan, tapi lawannya mundur setengah langkah terus menendang samping, kena kepala Wawan, pelindung kepala e sampai terlepas. Tapi Wawan g terpengaruh, selam wasit belum menghentikan pertandingan tetep lanjut. Mendapat serangan tersebut lawannya membalas juga, akhir e Wasit menghentikan pertandingan karena lebih dari 4 serangan. Lawannya Wawan sepertinya tidak mendengar, tetap melakukan pukulan, tapi ancang-ancangnya dari atas, mengenai tulang, Wawan langsung terjatuh.
Wawan g bisa bangun, berusaha bangun tapi terjatuh lagi. Lawannya mendapat teguran karena mengambil ancang-ancang dari atas, juga tidak berhenti ketika wasit menyuruh berhenti. Karena tidak bisa melanjutkan pertandingan akibat kesalahan lawan, langsung keputusan pemenang tentu saja Wawan yang jadi Juara 1. Tapi masih belum tenang karena wawan belum bisa bangun. Petugas kesehatan, senior berusaha mengobati, tapi Wawan masing mengerang kesakitan. Sepertinya patah, kalau g cuma bergeser saja tulang belikat sebelah kanan. Ketika Wawan sudah agak tenang, dan g kesakitan lagi langsung di bawa ke kamar. Alhamdulilah waktu habis keluar lift ketemu sama lawan e mas Yonk yang ahli ortopedi.
Kita minta tolong bisa mengembalikan seperti semula apa tidak. Menurutnya bisa tapi akan sakit sekali. Y sudah, di jlan deket e lift orangnya berusaha ngobati. Tapi masih di pegang dikit saja Wawan sudah teriak, kami khawatir. Ternyata kakinya di injak sama Agung wkwkwkwwk. Di suruh bayangin yang bagus-bagus biar g berasa sakit, entah bayangin apa Wawan, cuma dia aja yang tahu hehehe. Tangannya Wawan di putar, tapi karena sakit terpaksa sambil di tahan. Masnya bilang harus rileks biar bisa di puter dan kembali seperti semula. Akhirnya di puteran ketiga pengobatan singkat di tempat terbatas berhasil. Tulang belikatnya kembali di posisi semula. Alhamduliah.
Langsung istirahat di kamar, sambil packing, besok kita pulang, tapi jalan-jalan dulu hehe. Setelah bertanding saatnya liburan.

Friday, 3 February 2012

Lanjutan Kejurnas


Kita berangkat menuju stasiun Kota Baru Malang dengan nyarter angkot, sedangkan yang lainnya di anterin naik motor, maklum pasti gak muat angkotnya hehehe. Setelah berdoa kita berangkat. See you again Malang city…  sampai di stasiun kota baru jam 2 siang, setelah masuk kita segera rebutan naik kereta biar dapat tempat duduk dan duduknya berdekatan. Setelah berlari-lari dan berdesakan akhirnya dapat gerbong yang masih kosong dan dapat tempat duduk juga. Setelah menaruh barang, ternyata 1 gerbong dengan mas siwi dan mas joko, juga dari cabang banyuwangi. Kita dan Jakarta terpisahkan oleh jalur rel saja.

Kereta api matramaja merupakan kereta ekonomi dari Malang tujuan Jakarta. Disebut kereta ekonomi karena hanya dengan tiket seharga Rp. 50.000,- kita sudah bisa sampai Jakarta. Pada tahun 2010 masih belum diberlakukan tiket online, jadi ketika sudah dapat tiket harus cepat-cepat mencari tempat duduk. Tapi di tahun 2012 sudah diberlakukan tiket online, jadi tempat duduk harus sesuai dengan no tempat duduk yang ada di tiket.
Tempat duduk di kereta api Matramaja ada yang buat 4 orang dan 6 orang yang saling berhadapan. Dan ada meja kecil yang menempel di deket jendela ( buat naruh sesuatu pasti g cukup y hehe). Untuk yang tempat duduk 4 orang ada di sebelah kiri, untuk yang 6 orang ada di sebelah kanan kereta. Keadaan tempat duduk cukup lumayan dari perkiraanq, tidak terlalu keras dan tidak terlalu empuk. Kaca jendela juga tidak ada yang pecah, dan semoga nanti tidak dilempari waktu perjalanan. Ventilasi cuma ada di atas jendela. Waktu kita berangkat keadaan kereta masih bersih dan masih tidak penuh sesak.
Kita berada di gerbong 3, duduk di barisan tengah kereta. Q duduk bersebelahan dengan Gita, depan ku Fivien sama Wawan,tapi wawan akhir tukeran sama Tari. Sebelah kanan q untuk 6 orang, di isi sama Fajar, Adit, Wawan, depan e Liya, temen e dari Jember. Bangku di depan ku ada Wawan, mas Yonk, Mas Andrei. Di tempat duduk belakamg q ada Agung dan Mega, depan e ada Mas Adin dan Rona. 2 bangku kebelakang ada mas Siwi dan Mas joko.
Yang masih kepikiran yakni ketika melihat rel kereta api yang lebarnya tidak sampai 2 meter kok bisa buat menampung tempat duduk, untuk 2 orang di kiri dan 3 orang di kanan, juga untuk jalan. Kalau di bayangin sepertinya tidak muat. Tapi ketika sudah didalam kereta ternyata muat juga. Mungkin pandangan yang luas mempengaruhi pemikiran ku hehe. Karena kereta Matramaja berangkat dari Malang, di gerbong masih tidak terlalu penuh sesak. Yang jualan juga tidak terlalu banyak.
Akhirnya kereta berangkat juga jam 15.00 wib. Goyangan pertama dari kereta Matramaja di mulai. Kereta mulai bergerak pelan dari stasiun kota baru. Masih berjalan pelan melewati kota Malang. Di kana dan kiri masih berjajar perumahan dan jalan raya. Sampai di stasiun kota lama juga akhir e, stasiun pertama yang kita lewati dalam waktu kurang lebih 15 menit hehehe.
Setelah melewati stasiun kota lama, kereta api mulai bergerak meninggalkan kota Malang. Sudah mulai nampak perswahan di kanan dan kiri kereta. Di sebelah kanan di kejahuan kelihatan jalan raya yang menghubungkan kota Malang menuju Blitar, masih di Pakisaji ternyata.
Masih sore anak-anak masih semangat, bercanda,foto-foto maklum baterainya masih full. Yang sudah pernah naik kereta pasti biasa, tapi yang baru pertama kali pasti penagalaman yang sangat mengesankan haha. Di stasiun Kepanjen pak Tik naik kereta, maklum rumahnya di kepanjen. Sedangkan q turun sebentar, temenq kerja di stasiun kepanjen soalnya. Eh di kasih oleh-oleh kue dan minuman. Awalnya takut nanti ditinggal ma kereta, tapi temenq bagian yang memberangkatkan kereta jadi q di suruh tenang saja g bakalan ketinggalan hahaha.


Perjalanan panjang pun di mulai. Waktu berangkat masih banyak yang ngobrol,bercanda dan sebagainya. Kelompok mas Adin dengan beralaskan Punching mereka asik main kartu. Entah apa namanya sampai ramai denger suara mereka triak-triak. Juga karena alasnya punching kayak kedengaran orang mukul punching pad. Kelompoknya Fajar kurang tahu ngobrol apa, suaranya g kedengaran, kalah ma suara kereta. Sekarang baru inget kenapa mas Yonk, Wawan UM, mas Andrei ngumpul jadi satu, soalnya yang merokok cuma mereka bertiga.
Ketika sampai di karangkates, pasti akan melewati sebuah terowongan yang membelah bukit. Satu-satunya terowongan yang ada dalam perjalanan menuju Jakarta. Tidak terlalu panjang tapi cukup untuk membuat suasana gelap sementara.
Di kereta ini kita pasti akan menyaksikan transformasi budaya. Dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta. Semuanya dapat dilihat dari perubahaan bahasa para penjual. Awal perjalanan yang dilihat suasana perkotaan, terus persawahan yang berjajar, perbukitan begitu terus silih berganti sampai akhirnya malam menjelang. Sumberpucung, Blitar, Kediri, Nganjuk akhirnya nyampai Madiun. Sampai madiun sekitar pukul 22.00 wib. Untuk makan malam beli nasi yang di jual oleh pedagang yang keliling di kereta api.
Ketika sudah sampai Madiun tidak ada yang bisa dilihat. Karena sudah gelap jadi tidak kelihatan lagi suasana di luar. Didalam kereta Alhamdulilah g mati lampu, jadi g gelap-gelapan. Di Madiun sudah mulai penuh kereta e, sudah banyak yang naik. Di Madiun mas Andre turun sebentar, nemuin Ibunya. Dapat oleh-oleh lagi kayak e haha.
Tapi setelah di madiun mulai banyak yang tidur, tapi g bisa nyenyak karena goyangan matramaja hahaha. Di tambah sudah mulai banyak penumpang yang naik. Sampai ada yang tidur di bawah kursi. Cuma dengan alas tikar seadanya tidur di bawah kursi, duduk di bawah juga ada, yang penting bisa sampai tujuan dengan selamat. Udaranya mulai panas, suasana mulai ramai.
Tidur sebentar kebangun gara-gara goyangan kereta, belum lagi berhenti lama nunggu kereta yang berlawanan arah, maklum kereta kelas ekonomi banyak ngalahnya .Apalagi lihat kereta bisnis, tempat duduknya satu-satu,ada AC, ada selimutnya, beda jauh, tapi tidak masalah yang penting sampai di Jakarta. Ketika sudah ngantuk banget, akhirnya bisa tidur juga, semoga bangun nanti sudah sampai di Jakarta zzzzzzzzzzzz
Bersambung...