Entri Populer

Showing posts with label Malang. Show all posts
Showing posts with label Malang. Show all posts

Wednesday, 11 November 2020

LANJUTKAN!!

 LANJUTKAN!!

Hmmmm mulai dari mana ya, sejak 2018 banyak hal yang terjadi, biar tidak lupa mana yang mau di tulis dulu,kita lanjutkan dari tempat tinggal dulu. Terakhir masih di Sawojajar, sekarang sudah pindah di kabupaten, tepatnya Desa Pakis.

Awal setelah dari Jakarta, tinggal di Rumah mertua, kadang kadang pulang ke Ngebruk, tapi ketika Istri sudah fix diterima jadi Dosen di Kampusnya dulu, akhirnya di putuskan ngontrak rumah, tidak jauh dari rumah mertua, beda satu blok. Juga satu arah dengan tempat jualannya mertua, dan tidak jauh dari tempat jualannya mertua, jadi Ayah bisa istirahat sambil jaga Gavan, dan gak jauh kalau mau bantu Ibu jualan.

Ngontrak 1 tahun sampai tahun 2019, 2019 di lanjut lagi 1 tahun, dan berhubung rumah Ayah sudah habis masa kontraknya, akhirnya semua pindah ke rumah kontrakan kita. Yang awalnya rumahnya masih kosong, gak banyak barang, tiba tiba penuh, jadi yang tinggal ada 7 orang. Rumahnya biasa, tapi di pojokkan jadi banyak lahan yang kosong, 5 mobil parkir sepertinya muat.

Awal Januari, pindah semua, belum sempat dirapikan, Ayah sakit. Dimulai ketika Ayah takziah ke saudara yang meninggal, pulangnya kakinya lecet, luka tidak kering kering, dibawa ke puskesmas, sudah di bersihkan tapi tetep tidak kering. Ayah sebelumnya punya diabetes, mungkin gula darahnya naik, jadi kering-kering. 2 kali ke puskesmas, lukanya semakin lebar dan mengeluarkan bau, akhirnya di bawa ke RS, setelah di bawa ke RS, akhirnya di rujuk ke RSSA karena ruang isolasi di RS tersebut sudah penuh, akhirnya di rujuk ke RSSA Malang.

Dirawat sekitar 3 hari, dokter memutuskan untuk diamputasi 2 jari kaki, karena sudah tidak bisa diselamatkan. Keluarga setuju, daripada lebih membahayakan. Setelah operasi, agak baikan, pulang kerumah, di lanjut terapi di Dokter Spesialis yang biasa merawat pasien diabetes. Hampir 2 minggu, kakinya yang luka di rawat. Tiap sore, dari sawojajar, ayah dan ibu naik Grab, kita nunggu di tempat praktek dokter di daerah Jl. Kawi, setelah dirawat lukanya, pulang ke Sawojajar. Begitu terus sampai kurang lebih 2 minggu.

Tapi Allah SWT lebih sayang Ayah, setelah hampir 1 bulan berjuang, Ayah meninggal hari rabu tanggal 27 Februari 2019. Paginya sempat ngantar barang-barangnya Ibu waktu jaga Ayah, sampai rumah, siap siap berangkat kerja, dapat kabar kalau Ayah meninggal dunia. Innalilahi Wa Innailaihi Rojiun. Sedih...

Friday, 24 August 2018

Kembali untuk melanjutkan apa yang sudah dimulai

   Beberapa tahun ini menjadi tahun yang menakjubkan dan luar biasa dalam perjalanan hidupku. Dimulai dari awal tahun 2016 menikah, beberapa hari setelah menikah langsung pindah ke Depok. Tahun 2017 lahir anak pertama, dan tahun 2018 kembali ke kota kelahiran, Kota Malang tercinta. Hal yang didapat selama 2 tahun di Kota Depok tidak bisa di wakilkan dengan hanya 1 paragraf yang ditulis di sini, namun ada begitu banyak hal yang didapat selama 2 tahun ini.
   Perjalanan di mulai, ketika menentukan apakah tetep ke Malang atau ke Depok setelah menikah. Begitu banyak pertimbangan yang dibuat sebelum mengambil keputusan. Dimulai dari rencana resign di tempat kerja, mencari kontrakan selama di Kota Depok dan lain sebagainya. dan keputusan pun harus dibuat. 2 hari setelah acara "ngunduh mantu", hari Jum'at kita dengan diantar orang tua menggunakan mobil mengantarkan kita ke Kota Depok. Perjalanan menempuh waktu hampir 24 jam, dan hari Minggu pagi sudah sampai di Bekasi, mampir di rumah Pak Dhe yang ada di Bekasi. Siang harinya baru di antar ke rumah kontrakan di Depok.
   Karena belum hafal jalannya, agak muter waktu nyari rumah kontrakannya, tapi bunda sudah pernah ke rumah kontrakannya sebelum pulang buat persiapan menikah, sama saudara sudah keliling Jakarta jadi sedikit hafal ancer-ancernya dimana. Siang hari sudah ketemu dan sampai di rumah kontrakan. Rumah petak, suasananya masih banyak pohon-pohon, rumahnya tidak mepet-mepet, tidak terlalu menunjukkan rumah seperti di Jakarta, suasananya juga sepi, itu yang membuat bunda memlih kontrakan di situ, dan semoga betah sampai lulus sampai dapat kerja (rencananya ).
    Setelah membongkar barang-barang, akhirnya orang tua ku harus pulang ke Malang, tapi mampir dulu ke rumah saudara di Tangerang Selatan. Setelah itu sambil memandangi mobil yang berjalan keluar, sambil memegang tangannya Bunda, sambil memandang matanya Bunda, aku bilang " Perjalanan kita baru dimulai".
   Sampai akhirnya bunda hamil, menikmati hamil sambil kuliah, dan akhirnya Gavan lahir ke dunia awal Januari 2017. Tesis sambil bawa Gavan ke kampus, kutinggal kerja dari jam 5 pagi sampai jam 11 malam. akhirnya kuputuskan untuk keluar karena masih ada yang lebih penting, setidaknya dari beasiswa bisa untuk bertahan hidup kita bertiga, setidaknya sampai tesisnya Bunda selesai.
   Bunda akhirnya wisuda bulan Agustus, dan ada lowongan jadi Dosen luar biasa di UIN Malang, tapi masih awal tahun 2018, berencana untuk pulang, tapi masih lama jadi tenang-tenang dulu di Jakarta, jalan-jalan setelah mengerjakan Tesis, juga barang-barangnya bingung bawa pulangnya seperti apa. Berangkat cuma naik mobil avanza cukup, sekarang harus 1 truk sepertinya hahahaha.
   Dan saat jalan-jalan ke kota tua, masih setengah perjalanan, belum ke semua museum dapat telpon kalau ada truk yang habis ngirim barang ke jakarta dan pulangnya kosong, mau ngangkutin barang-barang ke Malang. Akhirnya langsung pulang, packing-packing, karena di masukin truk, langsung di masukin poly bag yang paling gede barang-barangnya.
   Truknya sampai pas malam, pagi langsung di masukin barang-barangnya ke truk, siang truknya berangkat dulu ke Malang. Kita masih bersih-bersih sambil melamun kenangan selama 2 tahun di kota perjuangan, kota Depok yang penuh cerita, bagian dari sejarah kita, terus pamitan ke tetangga-tetangga, ke pak RT, ibu-ibu yang bantuin lahiran gavan, Imam Mushola, dan akhirnya malam habis maghrib kita pulang, menyampaikan salam untuk terakhir kali, jika berjodoh pasti kembali ke sini. Semoga Margonda tidak macet, jalan tol sudah jadi, airnya masih seger, alfamart atau indomaret ada yang buka 24 jam, ahh masih banyak kenangan yang tertinggal, tapi ..........
kami harus kembali ke kota kelahiran untuk melanjutkan apa yang sudah di mulai, bukan untuk mulai dari awal

Malang, 24 Agustus 2018


Cap Jempol


Novan RP
   

Saturday, 31 March 2018

PREMCORP TRANSPORTATION

ENJOY YOUR COMFORT LUXURIOUS TRAVELLING WITH PREMCORP TRANSPORTATION


PREMCORP TRANSPORTATION hadir dikota Malang bukan hanya sekedar layanan jasa transportasi namun kami ingin berikan pengalaman penuh kesan bagi anda dan keluarga dalam perjalanan anda bersama armada dan team kami yang akan melayani anda dengan service terbaik

LAYANAN PENUH KEMEWAHAN KENYAMANAN DAN PROFESIONALITAS kami antara lain adalah

1 Armada kami merupakan mobil-mobil keluaran terbaru dengan berbagai pilihan sebagai berikut
• Daihatsu Xenia Sporty 2017 warna putih
• ‎Daihatsu Sigra 2018 warna silver
• ‎Honda Mobilio 2017 type E warna putih
• ‎Toyota Avanza 2016 seri G warna putih
• ‎Toyota Veloz 2016 warna hitam

2 Kenyamanan interior dengan kursi penumpang yang nyaman dan luas dilengkapi alunan musik dan tayangan televisi di dalam mobil

3 Sopir yang handal dan professional penuh keramahan kesabaran dan ketangkasan untuk menghantarkan anda ke tempat tujuan

4 Kedisiplinan dan ketepatan waktu karena kami sangat paham betapa berharga waktu anda

5 Rute yg kami pilih adalah rute terpendek dan jarak tempuh yg singkat untuk menjaga stamina anda di perjalanan dan menghargai kepentingan anda

 LETS KEEP ON DOING GOOD

Kontak WA for detail service
085334066969 / 085234273665

Doa penuh cinta dari kami Tim PremCorp Transportation
PT Prematura Korps Syandana

#KamiCariBERKAHBukanCumaRupiah
#HARAMRekayasa


Tuesday, 26 April 2016

Menjelajahi Museum Malang Tempo Doeloe

   Setiap ulang tahun kota Malang, seringkali ada Festival Malang Tempo Doeloe, tapi sudah tiga tahun ini sudah tidak di adakan lagi. Dan baru-baru ini mendengar kalau di Malang ada Museum Tempo Doeloe, karen adiknya cinta mau ikut duta pariswisata kota malang, yang salah satunya membuat review tentang museum yang ada di kota malang. Salah satu yang di review yakni Museum Malang Tempo Doeloe. Museum Malang Tempo Doeloe bertempat di Jalan Gajah Mada 1, tepat di belakang Balai Kota Malang.Kalau dari stasiun Kota Baru, ke arah Alun-Alun Tugu, belok kiri ke arah jalan antara DPRD Kota Malang dan Balai Kota Malang, terus belok kanan. Jangan di bayangkan Museum Malang Tempo Doeloe bangunan tua, tapi bangunan yang modern, tiketnya cuma Rp. 15.000 buka tiap hari dari jam 08.00 sampai jam 17.00. Museum Malang Tempo Doeloe berisi wahana dari sejarah Malang pada masa 1,5 juta tahun lalu, masa kerajaan, masa kemerdekaan dan sebagainya.

   Pertama kita ke Museum Mpu Purwa dulu, mengisi formulir pendaftaran duta pariwisata, selanjutnya langsung menuju ke Museum Malang Tempo Doeloe, lanjut ke Museum Bentoel. Setelah dari jalan Soekarno Hatta langsung ke Jalan Gajah Mada, karena hari jumat, aku sholat jumat dulu, mega dan adik-adiknya ke Museum Malang Tempo Doeloe, adik-adiknya ikut karena bertepatan dengan hari libur. Setelah sholat di masjid Jendral Ahmad Yani, setelah sholat langsung ke Musem Malang Tempo Doeloe. Setelah bayar tiket masuk, langsung masuk, karena gak bawa hp, jadi langsung masuk, gak sempat lihat-lihat wahana, baru ketemu di wahana zaman proklamasi, setelah ketemu, ngajak cinta lagi menjelajahi Museum Malang Tempo Doeloe dari awal.
Museum Malang Tempo Doeloe
Contoh penggalian Total Klasik di Jawa Timur

Saturday, 23 April 2016

Underwater Photography

Akhirnya ada kesempatan untuk menjadi model, meskipun dadakan, berhubung fotografernya teman sendiri, juga temanya juga unik, bahkan mungkin masih baru, namanya foto bawah air atau underwater photography. Jadi model dan fotografernya ada di bawah air, bukan selfie di dalam air ya, modelnya juga menggunaka baju sesuai tema yang di gunakan pada hari itu. Biasanya kolam renang biasa yang di pakai, tapi karena ada kaporitnya, bikin mata pedas, akhirnya sering foto bawah air di taman rekreasi wendit, selain karena sumber air alami, tempatnya luas, juga gak begitu ramai waktu hari biasa. Jadwalnya tiap hari sabtu mulai jam 11.00 sampai jam jam 17.00.

Model sebenarnya adiknya cinta, tapi kita juga ngikut, jadi model tipis-tipis, bela juga belum pernah jadi model foto bawah air, akhirnya sabtu sekitar bulan Mei 2015, kita mencoba foto bawah air. Pertama janjian ketemu di Wendit jam 10, soalnya jam 2 siang fotografernya sudah ada jadwal foto bawah air di wendit, jadi kita di suruh pagi biar bisa foto-foto bawah air. Fotonya di kolam yang besar, kita kesana masih sepi, wendit ramai cuma hari libur saja, jadi bebas bisa di gunakan. Sebelum memulai foto, kita di kasih tau proyek mereka, foto bawah air menceritakan perjalanan seseorang dari kecil, sekolah SMP,SMA, sampai kuliah. Sepeda, meja, bangku di masukkan ke dalam air, seragamnya menyesuaikan ketika SMP,SMA, atau sedang kuliah. Buatnya 2 minggu, sampai pingsan-pingsan katanya, nanti wakti kita nyoba baru tahu kenapa kok sampai segitunya, sesuai slogannya underwater photography “Not Just Take A Picture, But Make a Picture”
Underwater Photography Malang
Tahan napasss

Tuesday, 5 April 2016

Berendam di Air Panas Cangar Batu



Berendam di Air Panas Cangar Batu

Kota Batu yang berhawa dingin, juga mempunyai sumber air panas alami, yakni Pemandian Air Panas Cangar, terletak di kawasan Hutan Raya Soeryo, di kaki Gunung Welirang, sumber belerang yang membuat airnya panas. 14 km dari hotel selecta, jadi rutenya cukup mudah, dari alun-alun kota batu ke arah barat, ke arah tempat wisata selecta, lampu merah pertama belok kanan, ada papan penunjuk arah, 6 km lagi tempat wisata selecta, jalanan mulai naik, tapi masih ada perkampungan, 13 km dari tempat wisata selecta baru sampai ke pemandian air panas cangar. Kalau jalan terus, nanti bisa tembus ke Pacet Mojokerto
        Biasanya, sebelum ke Cangar, berburu sunrise dulu di Paralayang, berangkat habis subuh, lihat sunrise, turun, ngopi dulu payung, payung ini tempat makan, ngopi, di sepanjang jalan menuju pujon, viewnya bagus kalau malam hari, habis ngopi, turun lagi, terus mandi air panas di cangar. Sudah sering ke cangar, tapi kali ini spesial ada cinta. Kita ke cangar, 3 hari sebelum nikahannya kakanya mega, dan 4 hari sebelum kita ke Jakarta. Rencananya mau ke Hawaii Water Park Malang, tapi waktu lihat antrian masuknya sampai ke jalan, akhirnya kita memutuskan cari tempat lain yang bisa berenang, soalnya udah bawa baju renang, akhirnya kita ke cangar.

Pemandian air panas cangar
Sebelum pintu masuk atas, banyak yang jualan di kiri dan kanan

Monday, 20 April 2015

Wisata Baru di Malang, Tubing di Ledok Amprong

    Tubing, ada yang sudah tau apa itu tubing?tubing adalah singkatan dari Tube Rafting, main rafting yang menggunakan ban, jadi bisa dilakukan oleh seorang, gak perlu harus berkelompok. Serunya tubing kita sendiri yang ngatur arah ban, mau belok kakan apa kiri, hindari batu, melewati jeram. Setelah searching di google, di malang ada tempat yang bisa untuk tubing, tempatnya di aliran sungai yang berasal dari air terjun coban pelangi. Jadi habis lihat air terjun, turun kebawah, langsung olahraga tubing.
Ayo bermain tubing,mantab broohh

Sunday, 8 February 2015

Paralayang, Omah Kayu, Batu

  Gak bosen ke Paralayang, apa lagi ada Omah Kayu

    Entah sudah beberapa kali ke paralayang, mulai tahun 2008 sama anak-anak MPUB, berangkat setelah subuh, lihat sunrise, ngopi di payung terus lanjut berendam ke Pemandian air panas Cangar. Setelah itu juga sering sama dia, jalan-jalan yang menenangkan hati. Daripada ke ranukumbolo yang butuh persiapan, menenangkan hati cukup sedia motor, bensin, uang parkir, maka alam akan tersaji di depan mata.
   Terakhir ke paralayang sekitar tahun 2013 awal, waktu masih sama dia. Setelah dia lulus, pulang kampung dan ke jakarta sudah jarang ke paralayang. Anak-anak beberapa kali ngajak tapi aku gak ikut :D. Apalagi setelah kejadian bulan November 2014 di kereta Majapahit, ke paralayang sepertinya menyesakkan dada. Tapi hidup harus tetap berlanjut, akhirnya ada kesempatan untuk ke paralayang, juga ada wahana baru namanya Omah Kayu, yang bersebelahan dengan Paralayang. Akhirnya hari minggu berangkat ke Omah kayu tapi mampir ke Paralayang dulu.

Paralayang - Omah Kayu

Thursday, 20 November 2014

Pantai Nganteb

Latihan Alam MerpaTih universitas brawijaya tahun 2014 kaki ini dilaksanakan di pantai nganteb, bantur kabupaten malang. Pantai nganteb masih tergolong pantai yang baru di buka. Yang biasa kita dengar pasti balai kambang, ngliyep, sendang biru, bajul mati, goa cina. Pantai nganteb jalannya satu arah menuju pantai balai kambang, cuma ketika mau masuk di pantai balekambang,belok ke arah kiri, kurang lebih 5 km.
   Panitia dan peserta berangkat pagi, sekitar jam 8, aku nyusul soalnya ada urusan, juga berangkat bareng sama senior yang bisanya sore. Jam 3 sore baru meluncur ke rumah Mas Dodo, di sana masih cerita cerita dulu, jam 4 baru berangkat. Tapi mampir lagi dulu ke rumahnya mas sony. Jam setengah 5 baru benar-benar menuju pantai nganteb.
Peserta Diklat

Thursday, 5 July 2012

Malang

 
Belajar sejarah dulu y hehe
Aloon-aloon asal kelakon
Pernah dengar ungkapan bijak bahasa Jawa diatas? Alon-alon asal kelakon, artinya perlahan tetapi pasti atau tidak terburu-buru dalam bertindak. Mengingatkan orang agar selalu waspada, nah, itu kalau alon-alon ( pelan-pelan), jika anda cermat, judul diatas bukan alon-alon, tapi aloon-aloon! Beda Jumlah huruf oo, tapi artinya justru sangat berbeda sekali. Aloon-aloon adalah bahasa Belanda, berubah menjadi kata Alun-alun yang artinya lapangan terbuka.
Zaman Hindu-Budha, alun-alun telah dikenal (Kitab Negara Kertagama)  asal usul kata ini dari kepercayaan masyarakat tani yang setiap kali ingin menggunakan tanah untuk bercocok tanam, maka haruslah dibuat upacara minta izin kepada  dewi tanah  dengan jalan membuat sebuah lapangan  tanah sacral yang berbentuk persegi empat  dan  sekarang dikenal masyarakat sebagai alun-alun. Pada Masa kerajaan Mataram, di Alun-alun depan istana secara rutin diperuntukkan rakyat Mataram jika ingin menghadap Penguasa Alun-alun pada masa itu sudah berfungsi sebagai pusat administratif dan sosial budaya bagi penduduk pribumi.
Masyarakat berdatangan ke alun-alun untuk memenuhi panggilan ataupun mendengarkan pengumuman atau melihat unjuk kekuatan berupa peragaan bala prajurit dari penguasa setempat, Fungsi sosial budaya dapat dilihat dari kehidupan masyarakat dalam berinteraksi satu sama lain, apakah dalam perdagangan, pertunjukan hiburan ataupun olah raga. Untuk memenuhi seluruh aktivitas dan kegiatan tersebut alun-alun hanya berupa hamparan lapangan rumput yang memungkinkan berbagai aktivitas dapat dilakukan.
Pada Masa masuknya Agama Islam, seperti di alun-alun Malang, Gedung  Masjid Jami  dibangun di sekitar alun-alun. Alun-alun juga digunakan sebagai tempat kegiatan-kegiatan hari besar Islam termasuk Salat Idul Fitri. Pada jaman pra-kolonial, baik kota pusat kerajaan di pedalaman atau di pesisir dibangun berdasar konsep tata ruang yang sama, yaitu adanya sebuah lapangan luas yang ditengahnya ditanam satu atau dua buah pohon beringin yang disebut Alun-alun, (Santoso,1984). Sistem kaidah yang dipakai orang Jawa disebut Hasta brata dikenal juga dengan ungkapan Kiblat Papat Limo Pancer yaitu keseluruhan ruang dibagi menjadi 4 atau 8 bagian.
Pengelompokan dibuat berdasar padanan hal positif negatif, unsur air di timur, api ditempatkan di Barat. Pusat ruangan dipandang sebagai pusat dunia ( Sartono Kartodirdjo,1987). Nah itulah sebabnya kenapa hampir semua pusat kota di Jawa mempunyai bentuk struktur yang hampir sama, pendopo Bupati, Masjid Jami’, Penjara dan Kantor Residen (Walikota) berada dialun-alun.  Sebelah selatan merupakan daerah sakral dan utara merupakan daerah profan, oleh sebab itu di semua Alun-alun, rumah bupati selalu diletakkan di selatan, kecuali di Malang,  yang ditempatkan sebelah timur menghadap ke selatan, tidak jelas alasannya, mengapa, tapi kemungkinan karena Malang dikenal daerah dengan pertahanan yang kuat maka kepercayaan daerah yang sakral untuk kantor bupati sengaja dirubah, tidak perlu diawasi langsung oleh residen.
Jika benar Alun-alun Malang didirikan tahun 1882 (Kotapraja Malang,1964) maka jelas pembangunan Alun-alun Malang untuk kepentingan Belanda yang menjadikan Alun-alun sebagai pusat kontrol. Hampir semua kegiatan produksi ekonomi terkumpul disana, Belanda sengaja menempatkan kantor bupati berhadapan dengan Assisten Residen, di sebelahnya Masjid Jami’ berhadapan dengan penjara dengan maksud setiap saat Assisten Residen dapat mengontrol kegiatan bupati dan penduduk yang selalu berkumpul di pendopo bupati atau Masjid Jami’. Karena Alun-alun dipandang sebagai pusat kegiatan kota, maka secara tidak langsung pola pemukiman juga menyesuaikan dengan kondisi tersebut. Pemukiman orang Eropa di sebelah Barat daya (Talun, Tongan, Sawahan), orang Cina di sebelah tenggara (Pecinan), Arab terletak di belakang Masjid (Kauman), dan pribumi di daerah Kebalen, Temenggungan, Jodipan. Sekarang dengan berkembangnya pembangunan kota Malang ke semua arah maka keramaian kota menjadi terpecah.
Nah, kata aloon-aloon telah kita bahas arti, fungsi dan asal usulnya, terus sekarang, kenapa di Malang terdapat dua alun-alun? Bukankah satu sudah cukup? Yah kalau dibilang cukup ya cukup, karena luas tanah dan perkembangan tahun 1900 masih memungkinkan untuk dioptimalkan, terus kalau dibilang tidak cukup, ya tidak cukup, alasannya untuk pertumbuhan Malang kedepan sebagai contoh kota pusat pemerintahan dengan disain tata kota yang baik mempunyai satu syarat yaitu lingkungan yang kondusif, di Malang dirasa tidak memungkinkan lagi digabungkan pusat kota dengan pusat pemerintahan. Pusat kota telah berkembang sedemikian cepat dengan bertumbuhnya pusat ekonomi, hiburan, keagamaan dan social, sedangkan pusat pemerintahan seiring dengan tumbuhnya kota Malang harus segera membangun gedung pusat pemerintahan satu atap ( block office). 
Pada tanggal 26 April 1920 pihak Gemeente (kotapradja) Malang memutuskan untuk membuat daerah pusat pemerintahan baru yang sekarang kita kenal dengan Alun-alun Bunder sesuai dengan bentuk  tanah lapang yang berbentuk bundar. Sebelum tahun 1914 Malang masih merupakan daerah bagian dari Karesidenan Pasuruan dan kekuasaan tertinggi di Malang adalah Assisten Residen yang kantornya di selatan Alun-alun (sekarang kantor Perbendaharaan dan Kas Negara). Setelah kota Malang dinaikkan statusnya menjadi Gemeente (Kotamadya) tanggal 1 April 1914, kota Malang berhak memerintah daerah sendiri dengan dipimpin oleh seorang Burgemeester (Walikota). Jabatan walikota waktu itu dirangkap oleh Asisten Residen sampai tahun 1918, baru tahun 1919 Malang mempunyai Walikota pertama HI Bussemaker

Setelah selesai dibangun alun-alun bundar, Malang masih belum mempunyai kantor pemerintahan yang permanen dan berwibawa. Pada 26 april 1920 dibuat perencanaan perluasan kota yang di dalamnya termasuk pembangunan gedung Balaikota sebagai tempat pemerintahan yang baru. Gagasan perencanaan itu timbul setelah walikota mengadakan sayembara perencanaan Balaikota Malang dengan juri Ir. W. Lemei, Ir. Ph.N. Te Winkel dan Ir. A. Grunberg. Dari 22 peserta lomba, tidak ada satupun yang memenuhi syarat. Maka, pada tanggal 14 Februari 1927 diputuskan oleh dewan kota agar rancangan yang paling baik diadakan perubahan dan segera dilaksanakan pembangunan dengan anggaran F. 287.000. Rancangan yang akhirnya dipakai adalah karya HF Horn dari Semarang dengan motto: Voor de burgers van Malang (untuk warga Malang).
 Pembangunan balaikota dilaksanakan tahun 1927 sampai 1929, dan mulai ditempati September 1929 oleh walikota ke dua Ir. EA Voorneman. Ruang walikota dirancang sendiri oleh C. Citroen dari Surabaya yang sampai sekarang masih terlihat megah. Bangunan yang tetap dipertahankan keasliannya ini menjadi bangunan cagar budaya di Malang yang dirancang bersama-sama para arsitek terkenal di Jawa saat itu.
Nah.. Keinginan untuk mempunyai 2 alun-alun telah kelakon meskipun dengan alon-alon, menurut saya lebih baik alon-alon asal kelakon, tapi kelakonnya dengan hasil yang  perfect dari pada ora alon-alon ora kelakon , cepat tapi tidak sesuai harapan. Tinggal sekarang bagaimana kita memanfaatkan kelakon itu dengan cerdas, bagaimana?

Penulis: Dwi Cahyono, Ketua Yayasan Inggil (
www.inggil.org). Pernah ditulis di Radar Malang

Friday, 3 February 2012

Lanjutan Kejurnas


Kita berangkat menuju stasiun Kota Baru Malang dengan nyarter angkot, sedangkan yang lainnya di anterin naik motor, maklum pasti gak muat angkotnya hehehe. Setelah berdoa kita berangkat. See you again Malang city…  sampai di stasiun kota baru jam 2 siang, setelah masuk kita segera rebutan naik kereta biar dapat tempat duduk dan duduknya berdekatan. Setelah berlari-lari dan berdesakan akhirnya dapat gerbong yang masih kosong dan dapat tempat duduk juga. Setelah menaruh barang, ternyata 1 gerbong dengan mas siwi dan mas joko, juga dari cabang banyuwangi. Kita dan Jakarta terpisahkan oleh jalur rel saja.

Kereta api matramaja merupakan kereta ekonomi dari Malang tujuan Jakarta. Disebut kereta ekonomi karena hanya dengan tiket seharga Rp. 50.000,- kita sudah bisa sampai Jakarta. Pada tahun 2010 masih belum diberlakukan tiket online, jadi ketika sudah dapat tiket harus cepat-cepat mencari tempat duduk. Tapi di tahun 2012 sudah diberlakukan tiket online, jadi tempat duduk harus sesuai dengan no tempat duduk yang ada di tiket.
Tempat duduk di kereta api Matramaja ada yang buat 4 orang dan 6 orang yang saling berhadapan. Dan ada meja kecil yang menempel di deket jendela ( buat naruh sesuatu pasti g cukup y hehe). Untuk yang tempat duduk 4 orang ada di sebelah kiri, untuk yang 6 orang ada di sebelah kanan kereta. Keadaan tempat duduk cukup lumayan dari perkiraanq, tidak terlalu keras dan tidak terlalu empuk. Kaca jendela juga tidak ada yang pecah, dan semoga nanti tidak dilempari waktu perjalanan. Ventilasi cuma ada di atas jendela. Waktu kita berangkat keadaan kereta masih bersih dan masih tidak penuh sesak.
Kita berada di gerbong 3, duduk di barisan tengah kereta. Q duduk bersebelahan dengan Gita, depan ku Fivien sama Wawan,tapi wawan akhir tukeran sama Tari. Sebelah kanan q untuk 6 orang, di isi sama Fajar, Adit, Wawan, depan e Liya, temen e dari Jember. Bangku di depan ku ada Wawan, mas Yonk, Mas Andrei. Di tempat duduk belakamg q ada Agung dan Mega, depan e ada Mas Adin dan Rona. 2 bangku kebelakang ada mas Siwi dan Mas joko.
Yang masih kepikiran yakni ketika melihat rel kereta api yang lebarnya tidak sampai 2 meter kok bisa buat menampung tempat duduk, untuk 2 orang di kiri dan 3 orang di kanan, juga untuk jalan. Kalau di bayangin sepertinya tidak muat. Tapi ketika sudah didalam kereta ternyata muat juga. Mungkin pandangan yang luas mempengaruhi pemikiran ku hehe. Karena kereta Matramaja berangkat dari Malang, di gerbong masih tidak terlalu penuh sesak. Yang jualan juga tidak terlalu banyak.
Akhirnya kereta berangkat juga jam 15.00 wib. Goyangan pertama dari kereta Matramaja di mulai. Kereta mulai bergerak pelan dari stasiun kota baru. Masih berjalan pelan melewati kota Malang. Di kana dan kiri masih berjajar perumahan dan jalan raya. Sampai di stasiun kota lama juga akhir e, stasiun pertama yang kita lewati dalam waktu kurang lebih 15 menit hehehe.
Setelah melewati stasiun kota lama, kereta api mulai bergerak meninggalkan kota Malang. Sudah mulai nampak perswahan di kanan dan kiri kereta. Di sebelah kanan di kejahuan kelihatan jalan raya yang menghubungkan kota Malang menuju Blitar, masih di Pakisaji ternyata.
Masih sore anak-anak masih semangat, bercanda,foto-foto maklum baterainya masih full. Yang sudah pernah naik kereta pasti biasa, tapi yang baru pertama kali pasti penagalaman yang sangat mengesankan haha. Di stasiun Kepanjen pak Tik naik kereta, maklum rumahnya di kepanjen. Sedangkan q turun sebentar, temenq kerja di stasiun kepanjen soalnya. Eh di kasih oleh-oleh kue dan minuman. Awalnya takut nanti ditinggal ma kereta, tapi temenq bagian yang memberangkatkan kereta jadi q di suruh tenang saja g bakalan ketinggalan hahaha.


Perjalanan panjang pun di mulai. Waktu berangkat masih banyak yang ngobrol,bercanda dan sebagainya. Kelompok mas Adin dengan beralaskan Punching mereka asik main kartu. Entah apa namanya sampai ramai denger suara mereka triak-triak. Juga karena alasnya punching kayak kedengaran orang mukul punching pad. Kelompoknya Fajar kurang tahu ngobrol apa, suaranya g kedengaran, kalah ma suara kereta. Sekarang baru inget kenapa mas Yonk, Wawan UM, mas Andrei ngumpul jadi satu, soalnya yang merokok cuma mereka bertiga.
Ketika sampai di karangkates, pasti akan melewati sebuah terowongan yang membelah bukit. Satu-satunya terowongan yang ada dalam perjalanan menuju Jakarta. Tidak terlalu panjang tapi cukup untuk membuat suasana gelap sementara.
Di kereta ini kita pasti akan menyaksikan transformasi budaya. Dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta. Semuanya dapat dilihat dari perubahaan bahasa para penjual. Awal perjalanan yang dilihat suasana perkotaan, terus persawahan yang berjajar, perbukitan begitu terus silih berganti sampai akhirnya malam menjelang. Sumberpucung, Blitar, Kediri, Nganjuk akhirnya nyampai Madiun. Sampai madiun sekitar pukul 22.00 wib. Untuk makan malam beli nasi yang di jual oleh pedagang yang keliling di kereta api.
Ketika sudah sampai Madiun tidak ada yang bisa dilihat. Karena sudah gelap jadi tidak kelihatan lagi suasana di luar. Didalam kereta Alhamdulilah g mati lampu, jadi g gelap-gelapan. Di Madiun sudah mulai penuh kereta e, sudah banyak yang naik. Di Madiun mas Andre turun sebentar, nemuin Ibunya. Dapat oleh-oleh lagi kayak e haha.
Tapi setelah di madiun mulai banyak yang tidur, tapi g bisa nyenyak karena goyangan matramaja hahaha. Di tambah sudah mulai banyak penumpang yang naik. Sampai ada yang tidur di bawah kursi. Cuma dengan alas tikar seadanya tidur di bawah kursi, duduk di bawah juga ada, yang penting bisa sampai tujuan dengan selamat. Udaranya mulai panas, suasana mulai ramai.
Tidur sebentar kebangun gara-gara goyangan kereta, belum lagi berhenti lama nunggu kereta yang berlawanan arah, maklum kereta kelas ekonomi banyak ngalahnya .Apalagi lihat kereta bisnis, tempat duduknya satu-satu,ada AC, ada selimutnya, beda jauh, tapi tidak masalah yang penting sampai di Jakarta. Ketika sudah ngantuk banget, akhirnya bisa tidur juga, semoga bangun nanti sudah sampai di Jakarta zzzzzzzzzzzz
Bersambung...