Entri Populer

Tuesday, 18 December 2012

Kendaraan

Beberapa hari ini kalau ke universitas brawijaya, apa lagi di sepanjang jalan Samanta Krida pasti mendapati sesuatu yang beda dari biasanya. Biasanya jalannya aspal, sekarang berubah menjadi tanah dalam hitungan hari. Bukan karena ada gempa atau karena rusak, tetapi habis di bongkar. Bukan dengan tenaga manusia, karena kalau pakai tenaga manusia pasti membutuhkan waktu yang lama.

Jalannnya di bongkar dengan kendaraan alat berat, yakni excavator. Dengan kendaraan ini bisa membongkar aspal dengan mudah dan cepat. Sebenarnya banyak sekali kegunaan excavator, biasanya di gunakan di daerah tambang untuk mengeruk tanah, juga untuk memuat tanah,menghancurkan batu dan sebagainyam

Kalau berkeliling Universitas Brawijaya, pasti akan menemukan lebih dari 1 alat berat, maklum di UB lagi musim membangun hehe. Di mulai dari belakang Guest House UB, di belakangnya sedang ada proyek, ada yang bilang mau di buat kolam renang, ada yang bilang meluaskan Guest House. Alat berat yang ada terdiri dari excavator yang kecil 1, crwler crane 1, alat berat untuk mengebor tanah ada 2.

Pavingisasi di sepanjang jalan Samanta Krida menggunakan 2 buah excavator yang gede, alat perata tanah yang di lengkapi vibrator, alat perata tanah dengan 3 roda. Di gedung PTIIK yang baru ada 1 alat pengebor tanah, sedangkan tower crane di UB ada 2 yakni di FEB dan di Fapet.

Bayangin bisa nyetir salah satu alat berat haha


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Monday, 17 December 2012

RELOKASI

Tempat ini penuh dengan kenangan, sebagian sejarah ku ada di sini, perjalanan hidup ku melewati tempat ini.
Tempat ini seperti bangunan yang lainnya, ada tembok, genteng, pintu, jendela, lantai, kamar mandi, halaman belakang. Di dalamnya juga ada tv, lemari,meja, karpet, aquarium juga ada. Alat-alat latihan juga ada. Cukuplah kalau cuma untuk berlindung dari terpaan panas, hujan, angin. Ya tempat ini adalah sekber UKM Merpati Putih Universitas Brawijaya.
Dengan menempati kavling 8, pertama kali aku menginjakkan kaki di tempat ini sekitar awal tahun 2007, pertama kali daftar jadi anggota MPUB. Awal-awal masih malu-malu, maklum di tempat baru, tapi lama kelamaan akhirnya sering ke unit waktu setelah kuliah, nunggu jam kuliah selanjutnya. Apa lagi ada yang jualan di depannya unit, ada soto, mie ayam, es degan, ma lalapan, kalau laper tinggal pesan. Sekitar tahun 2008, akhirnya jadi penghuni, karena ada sesuatu hal akhirnya tidur unit juga, meneruskan jejak mas eros hehe.
Jadi penghuni, jadi saksi orang yang datang, lalu pergi. Liat unit dari rame sampai tidak ada orang, penghuni terakhir waktu anak-anak mudik pulang kampung, ketemu banyak orang, jadi Ketum, di siksa waktu malam-malam pas ultah, dan banyak lagi. Itu jamanku, memori dari alumni-alumni MPUB pasti lebih banyak dan menarik.
Di tahun 2012, memori itu berhenti, bukan karena alam, tetapi karena digusur sama pihak rektorat. Entah apa alasannya, akhirnya unitas harus di kosongkan pada tanggal 26 Oktober, setelah di kosongkan akan segera di robohkan. Unitas sendiri di relokasi sementara (menurut perhitungan ku ± 10 tahun) di rusunawa. Tempatnya ada di belakang unit. Dan untuk MP ada di lantai 4 hehe.
"Unit boleh pindah tapi semangat tidak boleh pindah"

NB: jadinya di blog gmn y, tanpa edit paragraf dll, tp semoga masih bisa di baca.
Ukm kav.8, 17 Desember 2012

novan rp

Foto: dr hpnya mas sony yg d upload di fb mpub
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Tes2

.͡▹​ tes kedua..
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Sunday, 30 September 2012






Tuesday, 14 August 2012

Pengangkut

Suara motor yang sedang dipanaskan, memecah keheningan pagi hari. Seperti hari-hari biasanya, sebelum berangkat ke Malang motorku selalu kupanaskan terlebih dulu. Sejak semester 2 aku selalu berangkat ke Malang dengan naik motor, begitu juga dengan hari ini. Sudah lebih dari 6 tahun kegiatan ini ku jalani. Dengan naik motor meskipun agaka capek tapi lebih hemat, maklum jarak dari rumah k eke malang kurang lebih 30 km. Cukup dengan uang lima ribu bisa ke Malang dan buat pulang. Kalau naik angkutan umum minimal empat belas ribu.
Makanya dengan naik motor bisa hemat uang saku. Setelah persiapan selesai, berangkat juga menuju Malang. Keluar dari gang rumah ku lalu masuk jalan raya yang menghubungkan ke Blitar. Jalanan masih lenggang, sesekali ketika di musim kemarau pasti masih berkabut. Apalagi ketika semalam hujan dengan deras pasti paginya kabut, maklum masih jam 6 pagi juga.

Friday, 10 August 2012

Jalan Veteran

Alhamdulilah kita dipertemukan lagi dengan bulan ramadhan. Sungguh suatu berkah yang luar biasa bagi kita yang masih  diberi kesemptan untuk bertemu lagi dengan bulan yang suci ini. Karena banyak diantara teman kita, saudara kita yang tidak bisa bertemu lagi dengan bulan ramadhan tahun ini.
Ketika bulan puasa datang, maka ada beberapa hal yang muncul dan  dan beberapa hal lain yang bergesesr. Hal yang bergeser diantaranya warung-warung buka hanya menjelang sahur dan berbuka, jam kantor dan sekolah yang mask agak siang dan pulang tidak terlalu sore. Jam 3 pagi banyak anak-anak kos-kosan yang sudah bangun dan berkelana mencari makan buat sahur.

Tuesday, 7 August 2012

Pencakar Langit


Pencakar Langit di Universitas Brawijaya

Universitas Brawijaya (UB) merupakan salah satu perguruan tinggi yang ada di kota Malang. Kebanyakan orang tidak mengetahui dimana kota Malang. Mereka hanya mengenal kota Surabaya. Kalau ada mahasiswa baru dari Jawa Timur setidaknya tahu atau pernah mendengar kota Malang. Bahkan pernah ada mahasiswa baru yang dari luar pulau jawa bilang” Malang tu mana y”.
Kota Malang sendiri berjarak kurang lebih 100 km dari kota Surabaya. Karena berada di daerah dataran tinggi sehingga berhawa dingin. Juga dikelilingi pegunungan diantaranya Gunung kawi, Gunung Panderman, gunung Arjuna- Welirang, Gunung Bromo, Gunung semeru. UB sendiri juga berada di komplek pendidikan. Ada 3 PTN dan lebih dari 5 PTS.
Prestasi UB yang terbaru adalah juara umum pimnas ke-25 bahkan 3 kali berturut-turut. Benar-benar sesuatu yang membanggakan. Di UB sendiri memiliki lebih dari 10 Fakultas dan ada sekitar 80 jurusan. Tapi UB yang sekarang berbeda dengan yang dulu.